Minggu, 17 Juli 2011

Batuan Ekstrusif

BATUAN EKSTRUSIF

Batuan Beku atau igneous rock (igneous=ignis=api) merupakan suat batuan yang terbentuk dari pembekuan magma baik secara ekstrusif (di atas permukaan bumi) maupun intrusif (di dalam permukaan bumi). Proses pendinginan magma ini nantinya akan mempengaruhi tekstur dan struktur batuan beku. Secara genetis, atau asal mula terjadinya batuan beku dibedakan menjadi 2, yaitu BATUAN BEKU INTRUSIF dan BATUAN BEKU EKSTRUSIF. Pada paper ini akan dibahas lebih lanjut mengenai batuan ekstrusif.

Ø Batuan Ekstrusif

Batuan ekstrusi merupakan batuan beku yang terbentuk dari pembekuan magma di permukaan bumi. Batuan ini terdiri dari mineral-mineral yang dikeluarkan ke permukaan bumi baik yang di daratan maupun yang ada di permukaan laut.

Gambar 1: lava yang membentuk batuan ekstrusif.

Sumber : Geologic Explorations On Disk: Earth Science

Mineral-mineral ini mengalami proses pendinginan yang sangat cepat akibat dari perbedaan suhu yang cukup tinggi antara suhu awal dan suhu permukaan bumi. Mineral-mineral ini dapat berupa debu atau cairan kental dan panas yang disebut lava.

2 tipe lava yang biasanya membentuk batuan ekstrusi adalah :

1. Lava basaltik, atau lava yang bersifat basa dengan ciri kandungan silika yang rendah dan viskositasnya juga relatif rendah. Lava basaltik ini muncul di permukaan bumi melalui celah yang berhubungan langsung dengan bagian dalam bumi dan setelah mencapai permukaan, lava ini akan mengalir, menyebar ke segala arah karena sifatnya yang sangat cair.contoh: pada Mauna Loa, gunung api di Iceland yang bertipe basaltic magma

2. Lava asam. Lava jenis ini memiliki viskositas dan kandungan silika yang tinggi dan apabila mencapai permukaan akan menjadi suatu aliran sepanjang lembah

Tekstur Batuan Ekstrusif

Tekstur dalam batuan beku ekstrusif merupakan suatu kenampakan yang lebih memperlihatkan hubungan antara massa mineral dan massa gelas yang membentuk batuan ekstrusif ini. Karena proses pendinginan yang cepat, mineral-mineral yang terdapat dalam batuan ekstrusif ini tidak sempat mengalami pengkristalan sempurna, sehingga mineral yang terbentuk berukuran sangat kecil atau bahkan tidak sempat mengkristal dan hanya membentuk gelas-gelas vulkanik.

o Afanitik

Semua butir mineral sangat halus, tidak dapat dikenali dengan mata telanjang.

Gambar 2: Tipe lava andesitic, Sumber : Geologic Explorations On Disk: Earth Science

o Glassy

Batuan tersusun seluruhnya oleh gelas vulkanik (holohyalin) dikarenakan tidak sempatnya mineral mengkristal yang disebabkan penurunan suhu yang cepat.

Struktur Batuan Ekstrusif

Struktur batuan beku merupakan bentuk batuan beku dalam skala besar (megaskopik). Telah dijelaskan karena batuan ekstrusif terbentuk pada permukaan bumi, maka akan terjadi perbedaan suhu yang cukup tinggi pada saat proses pembekuannya sehingga mineral-mineral yang ada hanya dapat membentuk kristal yang sangat halus atau bahkan tidak sempat mengkristal dan hanya membentuk gelas-gelas vulkanik.

o Masif / padat

Dalam batuan beku tidak terdapat lubang-lubang

Gambar 4: Obsidian, struktur masif

sumber: http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQGoEUep23MRxXeY5MpswqJXXrV3lPeLZwdELHz_2jDZ9VDaGwGXACMNg4

o Vesicular

Jika pada batan beku terdapat lubang lubang yangsejajar yang terbentuk akibat keluarnya gas-gas pada saat proses pembekuan

Gambar 5: lava pembentuk struktur vesicular

Sumber : Geologic Explorations On Disk: Earth Science

o Scoriaceous

Jika pada batuan beku terdapat lubang-lubang yang tidak teratur.

Gambar 6: struktur skoriaan

Sumber : http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQXLjFhmF4H81vaY79QjTof1Gja_qCIKXFtiA_MfmdhM_3Ya5QYraS8cM4

o Amygdaloidal

Jika pada batuan beku terdapat lubang lubang yang kemudian terisi oleh mineral mineral sekunder atau yang biasa disebut dengan Amygdule.

Gambar 7: struktur amygdule

Sumber : http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRRAdIcLKL0BJCTbvUN8W4jy4d5KxeHFjWb4vvGYM5mrQqQahWbbH1gh1Y

o Flow-structure

Jika pada batuan beku telihat adanya kesejajaran mineral mineral yang menunjukkan srtuktur aliran.

Gambar 8 : flow structure dan penyebabnya

Sumber : Geologic Explorations On Disk: Earth Science

o PumoceousApabila dalam suatu batuan beku terdapat lubang-lubang halus dan banyak serta berbentuk silinder maka batuan tersebut dapat dikatakan memiliki struktur pumiceous.


Referensi

Fenton, C.L dan Fenton M. 1940. The Rock Book. Doubleday&Company,inc.: New York

http://earlfhamfa.wordpress.com/2009/04/26/batuan-beku/ diakses pada tanggal 8 Maret 2011 pukul 20.15 WIB

http://geourban.wordpress.com/2010/11/22/batuan/ diakses pada tanggal 8 Maret 2011 pukul 20.15 WIB

http://harizonaauliarahman.blogspot.com/2010/01/5-tempat-bagpacker-terbaik-indonesia.html diakses pada tanggal 8 Maret 2011 pukul 20.15 WIB

http://menulisitupenting.blogspot.com/2010/12/batuan-beku.html diakses pada tanggal 8 Maret 2011 pukul 20.15 WIB

Soetoto.2001. Geologi.Laboratorium Geologi Dinamik Jurusan Teknik Geologi FT-UGM : Yogyakarta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar