Sabtu, 16 Juli 2011

PENGELOMPOKAN MINERAL

PENGELOMPOKAN MINERAL


Berdasarkan beberapa sifat sofat tertentu yang dimiliki oleh mineral, maka mineral-mineral yang ada di alam ini sesungguhnya dapat dikelompokkanmenjadi beberapa kelompok mineral. Bedasarkan hal tersebut, James D. Dana, seorang Professor Yale University pada tahun 1873 mengelompokkan mineral dalam beberapa kelompok berdasarkan kemiripan komposisi kimia dan struktur kristal menjadi 8 kelompok, yaitu :

1. Native Element

2. Sulfida

3. Oksida dan Hidroksida

4. Halida

5. Karbonat (Karbonat, Nitrat dan Borat)

6. Sulfat

7. Phospat

8. Silikat

1. Kelompok Native Element

Mineral-mineral dalam kelompok ini hanya tersusun oleh unsur tunggal (native element). Unsur-unsur dalam native element ini terbagi menjadi 3 sub kelompok,antara lain logam, semilogam, dan nonlogam. Kelompok native element umumnya very malleable and ductile, serta memiliki specific gravity range yang besar (6-22).

· Logam, contohnya :

Emas (Au), sistem kristal isometrik

Perak (Ag), sistem kristal isometrik

Tembaga (Cu), sistem kristal isometrik

Platina (Pt), sistem kristal isometrik

· Semilogam, contohnya :

Arsenik (As), sistem kristal Heksagonal

Bismuth (Bi), sistem kristal Heksagonal

· Nonlogam,contohnya :

Belerang (S), sistem kristal orthorombic

Intan (C), sistem kristal isometrik

Grafit (C), sistem kristal heksagonal

Namun ada beberapa referensi lain yang membagi menjadi beberapa group sehingga menjadi lebih detail, antara lain :

Metals

Gold group : Emas (Au), Perak (Ag), Tembaga (Cu)

Platinum group : Platinum (Pt), Palladium (Pd), Platiniridium (Pt,Ir)

Iron group : Besi (Fe), Nikel-Besi (Ni,Fe)

Semimetals and Nonmetals

Arsenic group : Arsenik (As), Antimony (Sb), Bismuth (Bi)

Sulfur Group : Sulfur (S)

Carbon Group : Intan (C), Grafit (C)

Beberapa Manfaat dari Native Elements

v Logam

a. Emas (Au) :

Sebagai perhiasan

Peralatan-peralatan Elektronik

Investasi

Peralatan kedokteran

Alat tukar

Fotografi

Gold-plating and lettering

b. Perak (Ag) :

Pembuatan uang logam

Perhiasan

Ornamen-ornamen

Peralatan bedah dan laboratorium


c. Tembaga (Cu) : Kabel tembaga, Peralatan presisi, Amunisi,

Peralatan elektronik, Uang logam, Reagen kimia, peralatan bangunan, dll.

d. Platina (Pt) : Secara extensive sebagai catalytic agent dalam bidang

sulfuric, acetic, nitric acid dan dalam bidang fisika,kima, peralatan elektronik, perhiasan, pyrography, dentistry, nonmagnetic watches, dan peralatan bedah



v Semilogam

a. Arsenic (As) : Bahan racun, sebagian kecil digunakan dalam bidang

industry dan komersial


b. Bismuth (Bi) : Digunakan dalam pembuatan easily fussible alloy seperti

alat pemadam api, alat penyiram, safety plug ada ketel pembakaran, dan juga peluru senapan dan thermopiles. Garam Bismuth digunakan pada peralatan farmasi, calico printing, dan dalam pembuatan highly refractive glass.


Nonlogam

a. Intan (C) : Digunakan pada alat pemotong kaca, batu, beton, pembuatan wire drawing dies, sebagai bahan campuran mata bor dalam pemboran minyak dan bidang lainnya, perhiasan, dandalam bidang industry dan komersial lainnya.

b. Grafit (C) : Digunakan dalam pembuatan wadah peleburan logam, pelapis alat pelebur logam, cat, elektroda,campuran pelumas, peralatan kantor seperti pensil, dan dalam bidang industry lainnya


c. Sulfur (S) : Digunakan dalam pembuatan asam sulfat, korek api, bubuk mesiu, pupuk, karet, fungisida, obat-obatan, semen, thermal adn electrical insulation, campuran proses pembuatan kertas, dan lain-lain


2. Kelompok Sulfida

Kelompok ini dicirikan dengan adanya anion S2- . Kelompok sulfida merupakan kombinasi antara logam atau semilogam dengan belerang (S). Biasanya terbentuk pada urat batuan atau dari larutan hidrotermal.

Beberapa contoh mineral sulfida :

Argentite (Ag2S)

Kalkosit (Cu2S)

Bornite (Cu3FeS4)

Galena (PbS)

Alabandite (MnS)

Sphalerite (ZnS)

Kalkopirit (CuFeS2)

Cinnabar (HgS)

Pyrite (FeS2)

Marcasite (FeS2)

Arsenopyrite (FeAsS)

Molybdenite (MoS)

Niccolite (NiAs)

Realgar (AsS)

Stibnite (Sb2S3)


Beberapa manfaat dari mineral kelompok sulfida :

a. Galena (PbS) : digunakan dalam industry cat, penyimpanan baterai, easily fussible alloy, perkakas. Merupakan sumber utama metallic lead dan juga bijih perak

b. Argentite (Ag2S), merupakan bijh perak yang penting

c. Kalkosit (Cu2S), merupakan bijih tembaga yang penting

d. Alabandite (MnS), sebagai produk pembakaran

e. Sphalerite (ZnS): sumber seng yang penting, digunakan dalam galvanisasi besi dan dalam pembuatan kuningan, kawat seng, dan dry cell, digunakan dalam industry kima dan medis

f. Cinnabar (HgS), sumber utama mercury yang digunakan dalam berbagai industri

g. Stibnite (Sb2S3), digunakan dalam pembuatan kabel, baterai timbel, alloy, cat, dan dalam peralatan medis

h. Pyrite (FeS2), sebagai mineral yang berasosiasi dengan emas, pembuatan asam sulfat dan copperas


i. Molybdenite (MoS), digunakan dalam pembuatan baja, iron castings dan dalam peralatan perkakas kecepatan tinggi.


3. Kelompok Oksida dan Hidroksida

Kelompok ini merupakan kombinasi antara oksigen dengan satu macam logam atau lebih, dicirikan dengan adanya anion O2-. Bedasarkan perbandingan antara logam dengan oksigen (X dan O), maka kelompok oksida dapat dibedakan menjadi oksida sederhana dan oksida kompleks, contoh :

1. Tipe X2O : Cuprite (Cu2O)

2. Tipe XO :

a. Periclase group : Periclase (MgO)

b. Zincite group : Zincite (ZnO)

3. Tipe XY2O4 :

a. Spinel Group : Spinel (MgAl2O4), Magnetite (Fe3O4), Franklinite (Zn,Mn,Fe)(Fe,Mn)2O4, Chromite (Mg,Fe)Cr2O4

b. Hausmanite (MnMn2O4)

c. Chrysoberyl (BeAl2O4)

4. Tipe X2O3 :

a. Hematite Group : Corundum (Al2O3), Hematite (Fe2O3), Ilmenite (FeTiO3)

b. Braunite (Mn,Si)2O3

c. Pyrochlore-Microlite series

d. Psilomelane (Ba,H2O)Mn5O10

5. Tipe XO2 :

a. Rutile Group : Rutile (TiO2), Cassiterite (SnO2)

b. Pyrolusit (MnO2)

c. Plattnerite (PbO2)

d. Anatase (TiO2)

e. Brookite (TiO2)

f. Columbite-Tantalite

g. Uraninite Group :Uraninite (UO2), Thorianite (ThO2)

Golongan mineral-mineral Hidroksida, dicirikan dengan adanya gugus hidroksil (OH-) atau molekul H2O yang membuat daya ikatannya secara struktur lebih lemah dari oksida.

Contoh mineral-mineral Hidroksida dan manfaatnya :

a. Manganite (MnO(OH)) :bersama dengan pyrolusite digunakan dalam preparasi oksigen dan klorin, merupakan bijih mangan yang berguna dalam bidang industri .

b. Geothite-Limonite (Fe2O3.H2O) : merupakan salah satu sumber dari bijih tembaga yang penting dan akhirnya banyak digunakan dalam berbagai aspek kehidupan mulai dari peralatan-peralatan presisi, rumah tangga serta industri dan medis.

c. Bauksit (Al(OH).NH2O), merupakan bijih alumunium. Banyak digunakan dalam semen, baja, ferroalloy, industri penyulingan minyak, bauxite bricks, dan peralatan-peralatan industri lain.

d. Opal (SiO2.nH2O), dapat digunakan sebagai ornamen-ornamen, sebagai filter pada pupuk dan cat, digunakan dalam proses penyaringan dan penyulingan gula, nonkonduktor panas, permata, sabun gosok, dll

4. Kelompok Halida

Kelompok ini ditandai dengan adanya dominasi anion-anion dari unsur-unsur Halida (F-, Cl-, Br-, I-) dan pada umumnya memiliki berat jenis yang rendah (<5).

Beberapa mineral-mineral Halida :

Halite (NaCl)

Sylvite (KCl)

Fluorite (CaF2)

Cryolite (Na3AlF6)

Carnallite (KMgCl3.6H2O)

Cerragyrite(AgCl)

5. Kelompok Karbonat, Nitrat dan Borat

Ø Carbonates

Mineral-mineral dalam kelompok ini memiliki ciri khusus berupa adanya ion kompleks CaCO3­2-. Kehadiran ion Hidrogen akan menyebabkan mineral-mineral menjadi tidak stabil dan akan memutuskan ikatannya untuk kemudian membentuk air dan karbondioksida. Reaksinya disebut reaksi Fizz Test.